haloooo~

sooo how have you been, tumblr?????

oh my Godness, I miss you so damn! haha. betapa gue udah lama banget ga nulis-nulis [which is itu yang ngga penting semua x)) ] khayalan atau luapan perasaan gue terhadap apapun. skripsi dan tetelannya mengalihkan duniaku. mengalihkan kegairahanku. mengalihkan ke-cheerful-anku. tapiii, semuanya terbayar sudah. gue sudah jadi sarjana mabrur dengan gelar S.I.Kom (bachelor of communication science) huwii! congratz to me 

gue memang sudah menyadari, bahwa bikin skripsi itu ga gampang. tapi setelah gue jalani, ternyata definisi ga gampang itu sampai bikin gue mengalami apa yang namanya psikosomatis. ya itu deh. gejala psikis yang diderita hingga berefek ke fisik. ngeri ga dengernya?

sebenarnya gue sehat sih, tapi gue sering merasa sesak di dada setiap malam. kalau sudah kambuh, rasanya kayak akan pergi dari dunia ini. bilang gue lebai, tapi itulah yang gue rasakan. hiks

gue sampai mencari tau via internet, apakah gue sakit jantung, atau kenapakah badan gue? atau apakah typhus gue kambuh lagi? akhirnya gue periksakan ke dokter untuk mencari jawaban

pas di check, gue sehat. tidak ada tanda apapun di badan gue yang ganjil. terus kata dokter, gue kena itu. ya itu tuh yang diatas. karena gue introvert dan tertekan sendirian. pertamanya, gue bingung. keduanya, gue makin bingung emang gue introvert gitu?

gue pikir, setelah gue tau gue kenapa dan gue berusaha cerita sama temen-temen gue atau sama temen gue yang anak psikologi, gue langsung sembuh. ternyata, gue merasakan terus setiap malam. bahkan kini ga hanya malam, tapi di saat seperti pagi atau sore. lu harus tau rasanya ga enak banget.

akhirnya gue cerita sama nyokap. bahkan pas sidang (bimbingan time dengan dospem) gue pun cerita, buaaar air mata tumpah ruah, gue nangis kaya anak sd dibully. gue ga tau lagi harus gimana. gue pengen sembuh. gue pengen cheerful dan optimis kayak dulu. walaupun gue tau hidup makin ga gampang ketika semakin dewasa, dulu-dulu selalu gue hadapi dengan sisi spontanitas.

masalahnya mungkin terkait dengan skripsi, tapi bukan itu yang utama. gue mengalami pressure dan berlanjut ke paranoid. terus menerus, gue memikirkan sendiri, bertanya sendiri, menjawab sendiri. gitu aja terus setiap hari. mungkin itu yang bikin gue jadi begini. gue ga open tentang diri gue sendiri. gue malah terlalu sibuk mendengarkan kisah temen-temen gue yang lain.

banyak orang, khususnya orang yang lebih tua daripada gue, memiliki ekspektasi tinggi banget ke gue. mungkin sedari kecil, dina yang mereka kenal selalu membanggakan. selalu memberi kepuasan. tapi ketika saat waktunya si dina ini ga bisa memberikan hasil sesuai waktu dan permintaan. perasaan kecewa yang terlihat ga pernah bikin si dina siap untuk menerima kondisinya. dina sedih karena merasa mengecewakan buat orang-orang yang dia sayangi. kesedihan itu disimpan berlarut-larut tanpa dibagi ke orang lain. akhirnya tertimbun. mungkin si pikiran ga kuat menampung. akhirnya, ya ginilah. dia kena batunya.

gue pikir, sehabis dapet gelar-pun, penyakit ini ikut musnah dan gue kembali kayak dulu. nyatanya semua beralih menjadi paranoid. gue jadi lemah, cengeng, dan pesimis. sumpah, ga banget kan. gue sebel. akhirnya gue terus berusaha untuk mengontrol pikiran gue sendiri. gue harus ikhlasin ini. gue harus optimis lagi. hidup mati di tangan Allah, din. Lo selalu bilang ‘live your life’ maka saatnya lo buktikan. itu semua yang sekarang selalu gue sugestikan.

rasanya ya fren, gue malu juga karena masih banyak diluar sana yang masalahnya jauuuuh lebih berat dibanding gue. gue terlalu overthinking terhadap sesuatu dan ga pernah mau cerita dengan alasan ga suka ngeluh depan teman-teman karena ga enak sama mereka. nyatanya, gue butuh berbagi dan disupport. gue harus yakin, gimanapun mungkin orang2 yang mengharapkan gue lebih dibanding kadar kemampuan gue, mereka juga bisa ngerti kalau gue pun punya batas karena gue manusia biasa. gue manusia yang ingin hidup seimbang dari segala aspek.

maaf ya curhat. ya dimaafin laya. segitu dulu deh. ciao~ 

1 month ago · Notes